Tsania Marwa: Utamakan Pendidikan

Tsania Marwa berjilbab
Kesibukannya di dunia akting tak membuat Tsania Marwa melupakan pendidikan. Bagi gadis kelahiran Jakarta, 5 April 1991, itu pendidikan merupakan hal yang utama. "Pendidikan itu sangat penting bagi masa depan," ujar pemeran Nadia dalam film terbarunya yang akan segera dirilis, Dalam Mihrab Cinta.

Menurutnya, beraktivitas di dunia entertainment hanyalah sementara. Untuk itulah, Tsania berupaya keras untuk menempuh studinya dengan baik di Jurusan Psikologi Universitas Tarumanegara. Finalis Gadis Sampul 2005 itu ternyata bertekad untuk meraih cita-citanya menjadi psikolog yang andal dan sukses.

Pemeran dalam sejumlah sinetron itu mengaku dunia akting tak mengganggu aktivitas kuliahnya. "Kuliah saya tidak terganggu dengan kegiatan saya di dunia akting karena saya selalu mengambil jadwal syuting di sela-sela kuliah," tutur Marwa yang kini duduk pada semester tiga itu. Pintar membagi waktu, itulah kuncinya.

la memilih berkuliah dari pagi hingga siang hari. "Sehingga, sore hari saya bisa syuting. Selain itu, pada hari tibur Sabtu dan Minggu saya juga bersedia syuting. Jadi, tidak ada masalah dalam kuliah," ungkapnya. Bahkan, saat menandatangani kontrak syuting, Marwa mensyaratkan tak ada pengambilan gambar
jam-jam kuliah.

Kiprahnya di dunia akting mendapat dukungan dari kedua orang tuanya. "Asalkan tak mengganggu kuliah, kedua orang tua saya mendukung," papar putri dari pasangan Silvia Mahrie {46 tahun) dan Moh Rifat Tadjoedin (58 tahun) itu.

Marwa berasal dari keluarga yang taat menjatankan perintah agama Islam. Terlebih, ia memiliki darah Arab dari keluarganya. "Orang tua memberikan pendidikan agama kepada saya dengan ketat," ucapnya. Tak heran jika sang mama tak pernah lupa menelepon untuk mengingatkannya agar tak lupa mendirikan shalat lima waktu.

"Sekarang saya sudah terbiasa shalat, tanpa perlu diingatkan lagi," ujar Marwa sembari tersenyum. Selain itu, ia pun mewajibkah diri untuk menyempatkan membaca kitab suci Alquran minimal satu kali dalam sepekan. Hal itu, kata dia, dilakukannya untuk mempertebal iman.

Bagi Marwa, agama adalah hat terpenting dalam hidupnya. Menurutnya, dengan bekerja dan beribadah sungguh-sungguh, pekerjaan serta pendidikan yang ditempuhnya bisa berjalan lancar.


Gadis cantik itu terjun di dunia akting sejak beberapa tahun lalu. Saat ini, ia menjadi salah satu pemain film berjudul Dalam Mihrab Cinta sebuah film yang diadaptasi dari novel best seller terbitan penerbit Republika dengan judul yang sama. Dalam film besutan Habiburahman El-Sirazy itu, Marwa berperan sebagai Nadia—adiknya Syamsul Hadi (Dude Herlino).

la mengaku tak kesulitan untuk memerankan tokoh Nadia. "Sosok Nadia yang saya perankan memiliki karakter tidak tegaan dan perasaannya halus. Namun, saya justru memi-liki kesulitan ketika harus berdialog dengan aksen Jawa yang kental. Mungkin inilah tantangannya," tutur pemeran dalam film Lawang Sewu (2007) itu.

Marwa mengaku terjun di dunia akting dari sekadar iseng. "Sebenarnya, saya waktu terjun di dunia akting hanya sekadar mencoba-coba. Tetapi, saat memasukinya, dunia akting itu sungguh menarik dan penuh dengan tantangan," paparnya. Dan, Marwa pun menyukainya.

Selain itu, Marwa juga memiliki kesibukan di dunia modeling. "Saya sering membawakan baju-baju kebaya juga baju-baju Muslim saat fashion show," ujarnya. Dunia modelinglah yang mengantarkannya berkiprah di dunia peran.

Dalam hidupnya, ia selatu memegang teguh prinsjp lakukan yang terbaik untuk hidup, tetapi siapkan diri untuk kemungkinan terburuk. Diakui Marwa, tak semua perjalanan hidup bisa berjalan mulus sesuai dengan harapan. Oleh karena itu, lanjut dia, setiap insan harus bersungguh-sungguh berusaha dalam mengejar tujuan hidupnya.

"Namun, kalau tujuan itu gagal tercapai, kita tidak boleh putus asa. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan kemungkinan terburuk dengan belajar ikhlas menerima kenyataan meski pahit. Yang penting kita telah berusaha dengan maksimal dan sekuat tenaga," tuturnya.

Di sela-sela kesibukannya, Marwa ternyata senang menjelajahi dunia sastra. la mengaku sangat suka membuat puisi tentang Tuhan, alam, serta guru. Renang merupakan olahraga yang dipilihnya untuk menjaga kebugaran. "Saya juga suka traveling karena selalu tertarik dengan hal-hal yang baru," ungkapnya. Di setiap daerah yang dikunjunginya, ia selalu mencari sesuatu yang khas dari daerah itu.

(REPUBLIKA, Jumat 26 November 2010)

TERKAIT